About

Desain website dan Web hosting berkualitas di IdeBagus

Selamat Datang,

Bagi kamu-kamu semua para pecinta musik, ini adalah tempat paling pas buat cari ide, inspirasi, atau sharing tentang musik..karena dunia musik adalah dunia yang luas tak mengenal usia, waktu dan jarak maka dengan web ini kita bersama belajar untuk memaksimalkan potensi musik yang kita miliki dan memajukan musik indonesia...

Setuju....!!!!

RSS

Pentingnya Mencatat Ide Lagu


Makhluk hidup tumbuh melewati masa-masa produktif. Ada orang yang merasa produktif kerja pada umur 20-30, yang lain pada umur 30-40, dan yang lainnya lagi diatas umur 40.
Bahkan banyak politisi benar-benar hidup setelah melewati umur 50 tahun yang merupakan puncak karirnya.Sebagai musisi pasti ada saat dibanjiri ide lagu. Benar? Jika anda merasakan demikian mungkin anda sedang dalam masa produktif membuat karya musik.
Sebuah kesalahan jika anda tidak mencatat atau merekam ide-ide tersebut karena sebuah ide bisa tiba-tiba hilang seperti file penting di komputer yang hilang namun belum sempat di backup. Seorang dosen musik ilustrasi mengatakan bahwa lagu-lagu yang pernah dibuat di masa lalu meskipun hanya beberapa birama saja dapat berguna di masa mendatang. Betul sekali. Seumpama Bu Heni Kusumawati malas merekam atau mencatat ide lagu, maka beliau akan kerepotan jika ada 100 instansi minta untuk dibuatkan jingle, atau mungkin tidak akan mendapatkan juara satu lomba cipta lagu Mars PLN senilai 75 juta (lepas dari kemampuan lebih beliau dalam mengaransmen lagu). Seumpama lagu Lately-nya Stevie Wonder tidak direkam maka mungkin bagian baitnya akan menjadi milik grup band Radja.
Otak bawah sadar dapat merekam semua kejadian yang pernah kita alami, namun tidak dengan otak sadar kita. Kita bisa saja ingat ide-ide yang pernah muncul yang belum sempat kita catat namun kita tidak akan pernah tahu kapan ide tersebut akan muncul kembali. Bisa sehari kemudian, satu minggu, dua bulan, satu tahun, sepuluh tahun, atau mungkin limapuluh tahun kemudian. Bagaimana jika ide brilian tersebut baru muncul setelah umur kita 80tahun. Padahal ide tersebut jika ditindak lanjuti 50 tahun yang lalu bisa menjadikan kita Man Of The Century..(wah..mudah-mudahan disaat ujung usia nanti kedamaian bersama kita semua ).
Selamat berkarya. Saatnya dunia mendengar melodi anda, kita..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gitar Jelek Tidak Selalu Jelek


Pernah suatu ketika saya menonton ajang festival band dimana salah satu gitaris band menggunakan alat paling buruk diantara gitaris band yang lain. Dari gitar yang ia bawa sama sekali tidak menunjukkan ada kesan elegan, prestise, bahkan secara keseluruhan terkesan amatir. Tapi siapa sangka, gitaris tersebut adalah gitaris paling baik diantara yang lain di festival tersebut. Didukung dengan performa dan kekompakan band maka juara 1 berhasil diraih.
Jika kita amati sebenarnya banyak kejadian serupa. Misal operator studio rekaman bisa dibuat surprise dengan lagu yang di rekam dengan PC kecil di rumah, tanpa converter external atau alat-alat penunjang lainnya. Meski alat yang digunakan dibawah kualitas standard namun jika materi lagunya bagus, diolah secara hati-hati maka sering hasilnya diluar dugaan. Itu terjadi jika musisi memiliki sense musik yang kuat, kenal benar alat yang dipakai, soundnya seperti apa, dan penempatannya dimana.
Sangat penting untuk menggunakan alat bagus, tetapi sesungguhnya bagus tidaknya musik yang dihasilkan tergantung dari siapa pemainnya. Beri Steve Vai gitar loakan, niscaya musik tetap mengalun dahsyat ditangannya (mungkin dengan sedikit frustrasi, he he ampun Master, berani-beraninya aku ini). Atau sepert ini, beri saya Ibanez JEM, niscaya saya tidak bisa memainkan JIBBOOM.
Bagi saya alat adalah tool untuk menunjang permainan. Semakin tinggi tingkat kreativitas maka semakin tinggi tuntutan akan alat-alat yang bagus. Atau bahkan sebaliknya, bisa saja kreativitas muncul karena kesederhanannya. Jadi tergantung juga dengan kebutuhan.
Yang jelas alat yang bagus memberikan banyak nilai tambah. Tampang tambah keren, mental tambah pede, permainan tambah bagus, penonton tambah senang, order tambah panjaaang, tapi.. tambah nggak rela kalau gitar dipinjem teman :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bermain Gila Menyelamatkan Kita


Sepertinya kemampuan seorang gitaris maupun player musik belum lengkap jika dia belum dapat berimprovisasi.Semakin bagus berimprovisasi maka semakin disegani. Tidak hanya main skill saja tapi tahu dimana saat bermain lambat maupun cepat, bahkan tahu saat berhenti untuk menarik nafas, dan bisa menempatkan melodi pada tempatnya.
Pasti banyak yang setuju didunia ini lebih banyak gitaris berskill tinggi daripada gitaris yang bisa menempatkan segala sesuatunya dengan tepat.
Banyak yang bisa bermain secepat kereta ekspres tetapi ketika bermain improvisasi seperti kehilangan ide, dan bingung harus berbuat apa.
Benar? saya rasa benar. Bahkan untuk memainkan beberapa frase improvisasi sederhana tidaklah mudah bahkan sering tidak enak didengar. Skill seperti dilucuti.
Lebih mudah meniru daripada mengembangkan ide sendiri, itulah kenyataannya.
Jadi jika kita bermain dalam band dan tiba giliran berimprovisasi, kita kudu siap segala macamnya terutama tahu progresi akor lagu. Tidak mengetahui progresi akor berarti seperti orang yang tidak tahu arah. Kita hanya meraba-raba dalam kegelapan dan bakal sering menabrak dinding.
Mungkin cara yang efektif untuk menutupinya adalah tetap tampil percaya diri dan berani gila.
Meski solo yang kita mainkan sangat buruk jangan sampai raut muka kita terlihat bodoh. Tabrak sekalian saja nada-nadanya dan tunjang performa kita dengan gaya-gaya unik. Tetap jaga agar penampilan kita meyakinkan penonton bahwa kita serius dengannada-nada yang kita mainkan.
Well, itu bisa digunakan sebagai jurus terakhir ketika kita sudah tertinggal di belakang :)
Saya rasa penonton akan memaklumi bahkan akan menjadi tontonan yang menarik dan atraktif daripada bermain malu-malu namun tetap tabrak sana tabrak sini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Improvisasi Tips




kita semua pasti pernah mengalaminya…ngejam dengan musisi lain dan ketika berada di tengah-tengah lagu para pertner jam sesion memberi kode giliran kita memainkan solo. Apa yang akan kita lakukan?
Setiap detik kita memikirkan apa yang akan kita mainkan membuat kita terlihat seperti pemain amatir.“Cepaat, sekarang aku berada dikord apa? pada bagian lagu yang mana? setelah ini kordnya apa? scalenya apa?sial, sial…! Yup, pastikan kejadian seperti itu tidak bakal terjadi pada kesempatan lain kita bermain solo.
Jika kita tidak menguasai gitar dengan baik maka akan sering terjadi banyak kesulitan dalam memainkan melodi.contoh : bending, slides, pull-off, hammer-on, dll, Jadi pastikan kita benar-benar menguasai teknik-teknik dasar tersebutBut anyway
Ada cara yang membuat solo mudah-mudahan benar-benar berhasil :
1. jika kita belum jago membuat solo yang orisinil maka cara pertama adalah ambil melodi dari musisi-musisi top.Hapalkan melodi tersebut beserta progresi kord yang menyertainya. Musisi top disini tidak harus gitaris tetapi bisa juga pemain saxophone, trumpet, piano.
Banyak dari melodi-melodi musisi non gitar yang menarik untuk diterapkan di gitar.Disitu kita akan mempelajari melodi dengan posisi finger yang berbeda dari yang biasa kita mainkan. Yup, patern mereka seringkali unik dan itu akan memperluas wawasan kita terhadap scale, fingering, mood, hingga karakter musisi yang melodinya sedang kita mainkan.
Saya suka dengan melodi pemain saxophone, piano (biasanya lebih rumit), patern mereka sangat bagus! saya dulu sering menggunakan melodi para pemain saxophone saat bermain solo. Jadi disini kita kudu banyak mendengarkan berbagai macam jenis musik.
Saya merekomendasikan musik-musik dengan progresi kord yang agak luas untuk dijadikan konsumsi telinga dan otak.
2. Dalam setiap permainan solo pastikan kita memainkan nada-nada sederhana terlebih dahulu. Karena bermain solo itu seperti sebuah perjalanan melodi, maka jika kita bermain cepat pada awal solo kemungkinan besar kita akan cepat kehabisan ide sebelum jatah solo berakhir.
3. Kita kudu tahu progresi kordnya. Dengarkan perjalanan kordnya sambil kita memainkan melodi. Pastikan melodi tersebut mengandung unsur kord terutama nada ketiga dari kord. Misal kita memainkan solo dengan lagu bernada dasar C maka saattiba pada akord ke-2 (Dm) pastikan nada F diikut sertakan dalam melodimu. Jika misal lagu tiba pada akord enam mayor (A Major) pastikan nada Cis diikut sertakan dalam melodi.
Dengan memainkan nada pembentuk kord para pendengar merasa yakin bahwa kita berada disana yaitu pada kord yang tepat.Dan para pendengar akan yakin bahwa kita bermain dengan sadar sepenuhnya.
Berarti kita cukup memainkan arpegio saja?Meskipun bermain arpegio merupakan cara yang paling mudah untuk menyesuaikan dengan kord namun ingat improvisasi adalah perjalanan melodi jadi jangan hanya bermain arpegio saja, karena melodinya akan terlihat tidak hidup.
Memang agak sulit jika kita bermain sambil menghapal progresi kordnya, tetapi memang harus demikian jika kamu ingin bermain solo dengan bagus.
Akan lebih mudah jika kita sudah tahu betul dengan progresi kord lagu yang dimainkan.
4. Pastikan bagian akhir melodi merupakan klimaks solo, dan klimaks harus greget,Jadi pada saat klimaks pastikan kita sudah berada pada melodi bernada tinggi. Biasanya klimaks lagu memang bernada tinggi.Dengarkan saja lagu Indonesia Raya dan kita bisa mengetahui mana bagian klimaksnya.
Biasakan banyak mendengar, menghayati lagu, bermain gitar tidak hanya masalah skill tetapi disana ada fill, emosi, dan harmoni. Musik dibentuk dari berbagai macam alat musik, gitar adalah salah satunya, maka suara gitar menjadi bagian yang membuat musik itu hidup, jangan merusaknya.
Owkey

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pentingnya Sikap


Kita semua pernah mendengar kalimat “Sikap adalah segalanya”.
Kamus American Heritage mendefinisikan sikap sebagai “keadaan pikiran atau perasaan yang berkaitan dengan seseorang atau suatu benda.”
Semakin jauh saya menjalani perjalanan hidup, lebih jelas saya menyadari bagaimana hasil dari suatu situasi bisa dipengaruhi oleh sikap saya terhadap situasi itu. Bagaimana sikap berkaitan dengan seorang artis?
Sebagai alat pendukung penampilan, banyak artis sukses menggunakan “sikap” mereka sebagai bagian dari imej yang mereka tampilkan di atas panggung. Bukan itu yang saya maksudkan–saya membicarakan cara kamu mengendalikan dirimu sendirin di luar panggung, terutama bila kamu berurusan dengan dunia bisnis. Kamu harus selalu menyadari bagaimana kamu membawa diri dan bagaimana kamu memperlakukan rekan-rekanmu. Jangan pernah lupa bahwa bagaimana orang menghormatimu biasanya sama dengan dari bagaimana kamu menghormati orang lain. Bahkan orang-orang yang paling sukses, pada beberapa titik dalam karier mereka, harus menggali dalam diri mereka sendiri agar bisa bersikap positif menghadapi masalah-masalah mereka. Sering itu cuma soal menekan kebanggaan dirimu.
Banyak artis telah hancur karena sikap egois dan tidak memperhatikan orang lain. Ingatlah bahwa karier seorang artis takkan berlangsung selamanya–saat panggung akhirnya digelapkan, kamu bisa pergi secara terhormat atau terpuruk begitu saja.
Bersikap penuh martabat dan rendah hati sepanjang kariermu bisa sangat membantu saat kariermu mulai menurun. Dalam bisnis musik, orang sering kali harus pindah dari pertunjukan satu ke pertunjukan yang lainnya. Ini salah satu alasan lain mengapa kamu harus mnghormati orang-orang yang kamu temui. Kamu takkan pernah tahu, bisa saja “orang kecil” yang kamu temui hari ini akan menjadi berkuasa dan berpengaruh besok.
Banyak orang berpikir orang yang baik akan memiliki karier yang panjang–tapi pengalaman saya mengatakan lain.
Kita tidak tahu apa yang akan trjadi di masa depan. Bila kamu membakar jembatan hari ini, kamu pasti akan menyesal karena tidak bisa menyeberang dikemudian hari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membuat Musik Ketika Tidur


Apakah pernah mengalami dalam keadaan setengah tidur apa yang ada dalam pikiran terlihat nyata? Jika membayangkan objek maka objek tersebut tampak benar-benar hidup baik itu bentuk, gerakan, maupun suaranya. Pernah?
Membayangkan kota dimalam hari beserta lampu-lampu, mobil berlalu-lalang, orang-orang sedang shoping terlihat seperti terjadi sungguhan. Dulu, saat saya menyadari bisa melakukan ini saya mengira saya memiliki kelebihan clairvoyance dan clairaudience. Tetapi tidak, semua orang ternyata bisa melakukannya.

Keadaan ‘trans’ seperti ini bisa kita manfaatkan. Kita bisa mencontek apa yang muncul dalam keadaan tersebut.
Misal jika ingin mendengar melodi , maka kita niatkan untuk membayangkan melodi. Setelah muncul melodi segeralah bangun dan tulis melodi tersebut, atau nyanyikan dan rekam, karena kalau tidak biasanya kita akan tertidur.
Untuk saya pribadi -yang biasa terjadi- saya mendengar suara seperti genderang dan siulan. Namun bisa juga musik dengan full band ataupun orkestra tergantung niat kita. Yang menarik adalah kita bisa mendengar musik tanpa berniat membayangkan musiknya seperti apa. Jadi musik yang muncul adalah musik yang tidak diperhitungkan sebelumnya.
Nah dari melodi-melodi yang berhasil ditulis atau direkam tersebut bisa dipakai untuk tambah-tambah referensi lagu. Tinggal di aransemen ulang dan siap rilis.
Terdengar aneh dan mengada-ada?Oh tentu…’Tidak’. Saya punya teman yang juga bisa melakukannya. Semua orang bisa melakukannya. Untuk bacaan lebih lanjut ada di buku-buku yang membahas tentang potensi otak (gelombang alpha, tetha, delta).
Anyway, saya sendiri belum pernah mencatat musik yang muncul karena biasanya saya hanya bermain-main saja dengannya dan tanpa sadar segera tertidur

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Sulit Menjadi Musisi Dan Gitaris Profesional


Jawabannya menjadi misteri bagi kebanyakan orang. Karena ketidaktahuan tersebut orang kemudian memberikan jawaban mitos.
Mitos no 1: Jika semua orang tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi professional dan terkenal maka semua orang akan melakukannya.
Mitos no 2: Kamu harus beruntung, ditemukan, dan melakukan apa yang harus dilakukukan pada tempat dan waktu yang tepat.
Mitos no 3: Kamu harus berbakat dan memiliki koneksi dengan orang dalam (industri musik).

Bagi kebanyakan gitaris pemula ketiga pernyataan diatas terasa sangat logis karena kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam dunia industri musik. Mereka mempercayai mitos diatas jika ditanya bagaimana membuat rekaman, bagaimana rasanya tour 30 kota, bagaimana rasanya menjadi terkenal, dll.
Ketika musisi ataupun pemain gitar mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut didalam dirinya sesungguhnya ia telah melangkah pada level yang lebih lanjut dibandingkan dengan para player yang jauh lebih jago secara teknis namun masih saja sibuk mengurusi teknik hamer-on, pull-off, taping dua tangan, meniru suara kuda, membanting gitar setelah konser selesai dan sibuk mengurusi gaya rambutnya. Maka dari itu bagi para player perlu menyadari pentingnya menjadi musisi yang berfikir, mau melangkah kemana setelah lebih dari 50% teknik-teknik gitar dikuasai (tidak mungkin 100% seperti steve vai). Berikut adalah pertanyaan yang sangat memberdayakan.
Bagaimana aku bisa berkembang menjadi professional?
Bagaimana aku menciptakan keberuntungan?
Bagaimana supaya aku ditemukan produser dan pencari bakat?
Bagaimana caraku mendapatkan koneksi masuk industri musik?
Menjadi dewa angin dengan memainkan melodi super cepat pada gitar sepertinya jauh lebih mudah dari pada menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas. Dibutuhkan keterampilan lain untuk menjawabnya, dan tidak semua player cocok dalam urusan seperti ini.
Kita coba kembali pada ketiga mitos diatas
Mitos no 1: Jika semua orang tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi professional dan terkenal maka semua orang akan melakukannya.
Ribuan gitaris jago di Indonesia dan jutaan lainnya di seluruh dunia memimpikan untuk menjadi gitaris professional yang disegani, kaya dan terkenal. Banyak diantaranya mencoba untuk berhasil namun terlalu banyak yang berjalan ditempat dan tidak kemana-mana. Kita bisa lihat pada diri sendiri, teman maupun tetangga kita yang anak band yang mencoba serius bermusik. Mimpi mereka besar namun masalahya adalah terletak pada apa yang mereka kerjakan. Kebanyakan dari mereka mengetahui apa yang mereka harus lakukan namun biasanya mereka tidak melakukannya karena berbagai sebab. Jadi permasalahannya disini bukan mengetahui apa yang harus dilakukan tetapi melakukan apa yang telah diketahui.
Mitos no 2: Kamu harus beruntung, ditemukan, dan melakukan apa yang harus dilakukukan pada tempat dan waktu yang tepat.
Beruntung adalah hasil dari perencanaan yang baik !! menerapkan apa yang sudah direncanakan, kemudian berkreasi, dan fokus.
Bertindak pada waktu dan tempat yang tepat adalah sangat sangat mudah untuk dilakukan. Tahukah kita bahwa label-label rekord menerima demo lagu? Mengapa tidak kita bawa demo lagu kita kepada para produser, publisher, atau record company?
Sebelum kita melakukannya kita perlu tahu berapa banyak musisi yang telah dan sedang melakukan hal yang sama. Disekitar kita banyak musisi berbakat sedang ‘mengantri’. Mereka melakukan hal yang tepat namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa hanya sedikit yang berhasil masuk?
Mungkin jawaban kita adalah, “mungkin produser sedang mencari satu atau tiga band saja?”
Yup jawaban tersebut bisa dijadikan alasan, tapi apakah kenyataanya seperti itu? TIDAK!!
Orang-orang industri musik tidak mendapatkan apa yang mereka cari. Mereka banyak bertemu musisi namun memilih untuk tidak bekerjasama dengan mereka. Perlu diketahui bahwa industri musik mencari bakat-bakat baru dengan musik yang bagus. Banyak musisi bagus dengan musik yang bagus dan sepertinya cocok dengan keinginan industri musik namun pada kenyataanya tidak semudah itu.
Perusahaan musik industri tidak akan menginvestasikan ratusan juta kepada artis maupun band kecuali mereka yakin bahwa artis maupun band tersebut dapat menghasilkan uang yang cukup besar melebihi pengeluaran dan waktu yang digunakan untuk berinvestasi. Sekarang kebenarannya mulai terlihat bahwa berinvestasi dalam jumlah yang sangat besar terhadap manusia adalah sangat dan sangat beresiko. Ketika perusahaan musik menerima kita berarti mereka berinvestasi tidak hanya terhadap musik namun juga berinvestasi terhadap kita. Mereka memastikan kalau berinvestasi terhadap kita dapat menghasilkan uang yang sangat besar meskipun resikonya juga tak kalah besar. Yup, mereka menginginkan lagu yang bagus dan musisi yang bagus tetapi juga orang yang tepat. Bukan hanya seonggok tubuh dengan nama Adi, Budi, Sugeng, Inem, dll.
Contoh sederhana. Saat ini ada musisi bagus dengan grup band bagus dan lagu yang bagus. Band tersebut terkenal dan memiliki fans. Sebut saja band lokal yang terkenal di daerahnya. Ternyata si pencipta lagu dan vokalis adalah pengguna drug. Nah, sekarang posisikan diri kita menjadi seorang produser. Maukah kita berinvestasi terhadap band dengan lagu dan musisi bagus sebesar Rp.500 juta namun personel intinya bermasalah? Tidak bukan? Beberapa dekade lalu ada perusahan musik yang berinvestasi terhadap band macam ini dan rugi besar. Ini adalah contoh ekstrim, namun contoh tersebut mengilustrasikan resiko bekerjasama dengan orang (musisi) dapat membunuh kesempatan besar.
Untuk banyak alasan, bagi kita yang memiliki impian kesana musik industri terasa semakin sulit untuk dijangkau. Namun perlu diketahui bahwa bekerjasama dengan para musisi, para bisnisman musik melihat apa yang ada dibalik skill, performa band, maupun lagu. Banyak musisi tidak mengerti mengapa lagu terbaru mereka tidak meledak dipasaran padahal lagu-lagu tersebut sangat bagus.
Banyak musisi bagus dengan lagu yang bagus dengan impian yang sama ingin menjadi terkenal. Kenyataanya tidak banyak musisi ataupun band yang memiliki paket yang lengkap. Paket tersebut terdapat dibalik musiknya, bandnya, lagunya. Pertandingan dimenangkan pertamakali dalam pikiran dan kalah pertamakali dalam pikiran. The secret to what is missing in most musicians, is what is (or is not) in their minds.
Mitos no 3: Kamu harus berbakat dan memiliki koneksi dengan orang dalam (industri musik).
Hampir sama dengan mitos nomor dua. Hanya karena kita kenal dengan orang dalam bukan berarti orang dalam tidak memiliki pertimbangan, kecuali dua keadaan :
1. Kita memiliki hubungan yang sangat baik (mengenal seseorang tidaklah cukup jika orang yang kita kenal memiliki kenalan yang sangat banyak)
2. Kita adalah orang yang tepat. Tidak hanya musik yang bagus dan orang yang berbakat, namun dibalik itu semua, kita menjadi orang yang tepat. Mudahnya begini, kita = investasi, investasi adalah kita.
Perlu waktu untuk memahami ini. Musik industri sekarang ini berbeda dengan era 1970’s, 1980’s, 1990’s, bahkan hanya berselang beberapa tahun yang lalu. Musisi harus tahu tentang perubahan ini bahwa resiko terbesar perusahan musik adalah menginvestasikan uangnya untuk manusia (musisi dan band).
Oleh karena itu penting bagi para musisi untuk belajar menjadi ?orang yang tepat?, dan setelah itu, kita kembangkan skill tambahan untuk mempertahankan karir kita dimusik.
Nah ini adalah masukannya:
1. Fokus, lihat nilai yang terdapat dalam diri kita. Personalitas, kebiasaan, aksi, atau apapun yang berhubungan dengan kekuatan yang dapat membuat orang mengangkat kedua ibu jarinya untuk kita.
2. Teruskan mencipta lagu.
3. Belajar tentang industri musik yang akan kita masuki dan jangan dengarkan orang yang belum pernah masuk di industri musik berbicara tentang industri musik. Jika kita mau mengadakan tour 30 kota, maka jangan dengarkan masukan orang-orang yang belum pernah melakukannya. Inilah mengapa kuliah di jurusan musik agar bisa masuk ke industri musik adalah kurang tepat karena system disana tidak mengarah pada jalur industri musik. (Saran yang bisa diterima bagi yang berminat kuliah di musik : ketahui minat kemanakah kita ingin berkecimpung, bidang pendidikan atau industri musik? karena sekali lagi universitas dengan program studi musik kebanyakan tidak mengarah ke industri musik dan ini bisa menghemat banyak waktu).
4. Pastikan diri kita tahu mengapa kita ingin menjadi musisi professional. Sepertinya klise namun ini bisa kita jadikan sebagai kompas perjalanan hidup.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS